BATU SPLIT BETON
Dalam konteks beton, istilah stok split biasanya bukan istilah teknis yang digunakan di dunia konstruksi — kemungkinan yang Anda maksud adalah “stockpile” atau “split material”. Mari saya jelaskan dua kemungkinan ini agar jelas:
1. Stockpile (Stok material beton)
Artinya tumpukan atau persediaan bahan yang digunakan untuk membuat beton.
Stok ini disiapkan di batching plant atau lokasi proyek untuk memastikan ketersediaan bahan sebelum pengecoran.
Jenis stok bahan beton biasanya meliputi:
-
Semen
-
Agregat halus (pasir)
-
Agregat kasar (split/batu pecah)
-
Air
-
Admixture (bahan tambahan seperti plastisizer)
Tujuan stockpile:
-
Menjamin kelancaran produksi beton.
-
Menghindari keterlambatan akibat kekurangan material.
-
Memastikan kualitas bahan stabil (karena bisa diuji sebelum digunakan).
2. Split (Batu pecah untuk beton)
“Split” adalah istilah umum di lapangan untuk agregat kasar, yaitu batu hasil pecahan dari batu besar yang digunakan dalam campuran beton.
Jenis-jenis split (berdasarkan ukuran):
| Jenis Split | Ukuran (mm) | Penggunaan |
|---|---|---|
| Split ½ (10–20 mm) | 10–20 | Beton struktural (kolom, balok, plat lantai) |
| Split 2/3 (20–30 mm) | 20–30 | Beton bertulang dan non-struktural |
| Split 3/5 (30–50 mm) | 30–50 | Lapisan bawah jalan, beton massal |
| Abu batu | < 5 mm | Campuran pasir atau untuk paving |